Mengendapkan PKS dalam alam pikiran rakyat

0
15

by : Bang Dulloh – Pemerhati Masyarakat

Kebaikan yang tidak dipersiapkan dengan baik akan dapat dikalahkan dengan kejahatan yang direncanakan dengan sempurna, sedangkan berita bohong yang terus menerus dikonsumsi oleh masyarakat lambat laun akan dianggap sebagai sebuah kebenaran.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas masyarakat Indonesia lebih mudah mengikuti arus suara terbanyak ketimbang memilih untuk berdiri tegak melawan arus. Karena pada umumnya individu atau masyarakat enggan berdiri disisi yang kontradiktif terhadap arus populer yang sedang terjadi saat itu. Kita dapat menyaksikan sendiri untuk kasus Jokowidodo.

Seorang tokoh lokal dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah dengan sangat mudahnya bisa menduduki puncak kekuasaan tertinggi dalam sebuah negara. Kok bisa? karena arus besar publik menghendakinya. Bagai gelombang air bah, semua yang menghalangi Jokowi saat itu pasti akan terhempas. Sehingga jangan heran bila suatu saat nanti ketika arus besar keinginan publik mengarah kepada kemenangan PKS, maka dipastikan tidak ada satupun kekuatan yang dapat menghalanginya kecuali kekuatan Tuhan.

Arus perubahan itu dapat diciptakan. Sebelum tahun 1982 mayoritas masyarakat Amerika memandang rokok hanyalah diperuntukkan untuk kaum pria saja, wanita diharamkan dan dianggap rendah, hina, setara dengan kaum pelacur bila merokok di depan publik. Lalu melalui kampanye public relation pertama, Bernays Torches of freedom sukses menyihir persepsi arus mayoritas terhadap rokok dan wanita.

Torches of freedom yang sengaja diadakan berbarengan dengan perayaan Paskah berhasil memanipulasi pandangan mayoritas masyarakat Amerika bahwa wanita yang merokok di area publik adalah cermin kebebasan bereksperi dan menempati tingkat sosial tinggi. Dengan di dukung publikasi yang luas, penyebaran artikel dan gambar-gambar serta kelihaian tangan jurnalistik bayaran, sebuah arus perspektif tentang sesuatu yang sudah menjadi budaya dapat dirubah.

Sebuah arus persepsi publik sangat mudah dimanipulasi dengan kekuatan media massa yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi serta menjadi patokan informasi bagi masyarakat. Ditambah dengan opini-opini yang dibuat oleh para ahli dibidangnya, akan sangat mempermudah merubah persepsi, hatta persepsi mayoritas sekalipun.

Disini saya ingin mengatakan bahwa kalau kader PKS ingin merubah sebuah persepsi publik tentang pilihan politik yang telah mengendap ditengah mayoritas masyarakat, maka mereka harus bisa melakukannya dengan cara salah satunya adalah mengeksploitasi sisi emosional individu atau masyarakat tersebut ketimbang sisi rasionalnya. Contoh ketika kader PKS ingin mengajak masyarakat cinta dengan PKS, mau bersama sama berjalan beriringan dengan PKS, kader PKS harus bisa menunjukkan persamaan mereka dengan masyarakat. Membuat sebuah cerita artikel dan berita yang mampu menembus lapisan-lapisan terdalam dimasyarakat.

Yang pertama kader PKS harus bicara dengan bahasa kaumnya, setelah itu mereka harus mampu mengangkat tema yang melekat dan menjadi keseharian dalam masyarakat. Seperti nama desa, nama tempat, nama jalan, nama tokoh karismatik dan lain-lain. Hal tersebut sangat efektif untuk mengajak masyarakat kepada persepsi yang sedang di bangun. Karena mayoritas individu atau masyarakat tidak pernah tahu apa, kenapa, bagaimana, mereka berada ditengah arus tersebut. Yang ada dalam benak mereka, karena semua orang adalah PKS maka saya juga PKS.

Kebayang jika setiap individu anggota dan kader PKS di setiap tingkatan terkecil memiliki kemampuan argumentasi, kemampuan menulis, kemampuan membentuk opini yang semuanya mengarah pada hal positif tentang PKS, dikuatkan lagi dengan membuat link-link berita kerja-kerja PKS secara kontinu dishare melalui dan sampai pada grup2 terkecil niscaya hanya informasi PKS saja yang mereka tau. Jika itu berlangsung terus menerus, saya sangat yakin tiga huruf PKS dan lambanya akan mengendap di otak setiap orang dan saya percaya SDM dalam partai PKS mampu melakukannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here