ORANG PINTAR KALAH DARI ORANG YANG BERUNTUNG

0
33

Oleh: Laila Karimah Syahidah

“Orang bodoh dikalahkan oleh orang pandai, orang pandai dikalahkan oleh orang cerdik, orang cerdik dikalahkan oleh orang licik, orang licik dikalahkan oleh orang nekat, orang nekat dikalahkan oleh orang gila. Dan semua orang itu dikalahkan oleh orang yang beruntung. Karena orang yang beruntung itu diberuntungkan oleh Tuhan, karena kedekatan dengan-Nya” – Mario Teguh

          Keberuntungan tidaklah datang dengan tiba-tiba, tetapi memerlukan perjuangan yang keras. Keberuntungan merupakan sebuah proses yang berat, dimana ikhtiar dan tawakal dalam berusaha menjadi kuncinya. Orang yang beruntung mengalahkan orang pintar, karena Allah SWT memberikan petunjuk padanya, sehingga segala permohonan dalam usahanya senantiasa diridhai Allah

          Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman :

أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah:5)

Siapakah orang yang beruntung itu?

          Orang yang beruntung adalah orang yang bisa berubah kearah yang lebih baik. Dari yang tadinya belum beribadah, menjadi suka beribadah. Dari yang tadinya jauh dari Allah menjadi orang yang selalu merasa diperhatikan Allah. Dari yang tadinya penuh dosa menjadi orang yang bertaubat.

          Jadi intinya orang yang beruntung adalah orang yang berhasil mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan Allah pun Ridha padanya, dan karena kedekatannya pada sang Khalik itulah maka ia akan selalu diuntungkan pada setiap langkahnya, dikabulkan semua permohonannya, dan dihindarkan dari segala marabahaya dan fitnah.

Rumput tetangga tidak lebih hijau !

Seringkali kita merasa kehidupan oranglain lebih nyaman dan enak dari kehidupan kita, sehingga pada akhirnya timbul rasa ‘cemburu’ pada rezeki yang Allah berikan kepada kita.

Dari awalnya membanding-bandingkan apa yang dimiliki tetangga hingga akhirnya timbul rasa iri dan dengki. Nah, hal seperti inilah yang tidak boleh terjadi, kita harus selalu ingat bahwa Allah SWT Maha Pemurah dan Maha Adil, rezeki yang diberikan kepada umat-Nya tidak mungkin tertukar.

 “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”(QS. An-Nisa :32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here