Bosan dengan Bank Uang, Perempuan desa Bojonggede dirikan Bank Sampah

0
51

bogorupdate.id – Sampah kok ada banknya, itu mungkin pertanyaan di sebagian benak kita. Tapi itulah yang sedang dilakoni ibu-ibu yang tergabung dalam Organisasi Suluh 7 di wilayah desa Bojonggede Kabupaten Bogor. Bagaimana cara kerjanya? Lalu pengelolaannya seperti apa? Agar tidak berlama lama masyarakat bisa datang langsung ke alamat rt.02/07 desa Bojonggede.

Sesuai dengan kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup yag sudah menyusun 4 (empat) pedoman pengelolaan sampah untuk mendukung penerapan Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategi Nasional dalam Pengelolaan Sampah yang menetapkan 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan pada tahun 2025.

Dalam mengelola bank sampah, perempuan desa Bojonggede yang tergabung dalam Suluh 7, mengelola sampah dengan konsep pengumpulan sampah kering lalu dipilah pilah, serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah.

Warga masyarakat yang menabung juga disebut nasabah dan memiliki buku tabungan. Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai nanum uangnya tidak dibayarkan saat itu juga melainkan dibayarkan sebulan sekali. Dalam satu bulan Bank Sampah Suluh 7 mampu mengumpulkan sampah hingga 285 kg dalam 4 kali pengumpulan. Sejumlah sampah nantinya akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama. Sedangkan sampah atau limbah dari minyak jelantah akan didaur ulang menjadi sabun. Hal ini bertujuan untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor H. Irvan Baihaqi Tabrani dalam kata sambutan di acara Launching Bank Sampah Suluh 7 hari ini Rabu 26/2/2020, mengatakan sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh ibu-ibu di Bojonggede, bahkan pihaknya akan segera menyampaikan kegiatan hari ini ke dinas LH, dinas Koperasi dan dinas UMKM.

“Saya selaku wakil rakyat Kabupaten Bogor sangat berterimakasih kepada masyarakat yang mau peduli dengan pengelolaan sampah, walaupun permasalahan sampah menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Bogor. Kata Irvan.

Sementara ketua UPKK PKS Bojonggede Enok Sultonah mengatakan tujuan dibangunnya bank ini bukan untuk mencari keuntungan semata. “Yang kami lakukan adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘bersahabat’ dengan sampah dan bisa mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah” Kata Enok

Pos Ekonomi Keluarga PKS Desa Bojonggede

Enok menambahkan bank ini tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 3R yang sudah dicanangkan pemerintah sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat. Imbuhnya.

Dari penelusuran bogorupdate.id, bank sampah ini tidak hanya memgumpulkan sampah plastik, tetapi ada juga minyak jelantah yang akan diolah menjadi sabun. Dengan begitu nasabah harus pintar untuk memilah sampah. Bank Sampah Suluh 7 ini juga sudah membantu perekonomian masyarakat sekitar dengan memperdayakan untuk mengola sampah menjadi kerajinan tangan dan akhirnya sampah menjadi benda yang berguna.

Manfaat dari bank sampah ini juga bisa menjadi solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan begitu lingkungan yang menjadi tempat tinggal akan terjauh dari berbagai bakteri dan kuman yang dapat membuat sakit. Lingkungan akan lebih sehat dan nyaman untuk ditinggali, karena orang-orang menjadi tertib untuk memilah sampah yang nantinya akan ditabungkan lewat bank sampah. Dull

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here