Apakabar dengan Bonus Karyawan dikala Pandemi ?

0
8

Oleh : Laila Karimah Syahidah

Bonus adalah sejumlah uang yang ditambahkan ke gaji karyawan, biasanya diperuntukkan bagi karyawan sebagai hadiah untuk karena mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik. Apabila pembayaran gaji pokok biasanya dilakukan setiap bulan, maka pembayaran bonus dilakukan secara bervariasi, tergantung pada kriteria-kriteria seperti : omset tahunan perusahaan, atau jumlah pelanggan yang diperoleh, atau nilai saham perusahaan saat ini. Dengan demikian pembayaran bonus dapat bertindak sebagai insentif bagi para pekerja agar termotivasi untuk mencari keuntungan bagi keberhasilan ekonomi perusahaan mereka.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan seluruh sistem kehidupan manusia di seluruh dunia. Nyaris tidak ada lagi negara yang bebas dari dari hantaman wabah virus yang menakutkan ini. Sistem ekonomi yang menjadi poros penopang dinamika aktivitas seluruh manusia menjadi tidak berjalan dalam sistem yang benar.

Sebab, ketika masyarakat harus berada di rumah maka sistem produksi, distribusi sebagai basis kegiatan ekonomi menjadi terhenti. Cash flow sebagai darah perusahaan terganggu, dan terancam perusahaan tidak mampu membayar gaji karyawannya. 

Situasi ini akan semakin memburuk kalau penyebaran virus ini tidak cepat dihentikan, sebab darah perusahaan untuk membayar karyawannya akan terhenti juga.

Pada tataran ini maka kelompok yang paling panik, kuatir dan ketakutan adalah para karyawan karena ketakutakan akan kehilangan pendapatan sebagi sumber utama penopang hidup keluarga. Bahkan tidak hanya itu, di kalangan karyawan yang sangat ditakuti adalah kalau mereka di PHK oleh perusahaan.

Oleh karena itu, sesungguhnya hanya ada dua permintaan karyawan kepada para pimpinan perusahaan saat ini, yaitu satu jangan melakukan PHK, pemutusan hubungan kerja, dan kedua jangan potong gaji karyawan.

“Sebuah permintaan yang sangat wajar dan tidak berlebihan dan nampaknya perlu jaminan agar para karyawan ini bisa ikut menjadi pemutus mata rantai penyebaran virus corona dengan tetap di rumah. Kalau tidak, maka karyawan pasti akan tergoda untuk mencari kehidupan lain.”

Omnibus Law mengatur Perusahaan Besar untuk berikan bonus sampai 5x gaji sesuai persyaratan & ketentuan yang berlaku

Pemerintah melalui omnibus law rancangan Undang-Undang Cipta Kerja berencana mengatur perusahaan untuk memberikan bonus berupa lima kali gaji bagi pekerja. Namun, ada beberapa persyaratan untuk mendapatkan bonus ini. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, aturan pemberian bonus ini hanya diberlakukan bagi perusahaan besar. Dengan demikian, perusahaan mikro, kecil, dan menengah tidak perlu memberlakukan aturan ini. “Memang (pemberian bonus) tidak berlaku bagi perusahaan kecil, mikro, dan menengah. Hanya berlaku untuk perusahaan besar,” katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (12/2/2020). Ida menjelaskan, aturan ini tidak diberlakukan kepada perusahaan kecil dan menengah agar nantinya anggaran mereka tidak terbebani. “Tidak semua perusahaan mampu (memberikan bonus). Makanya, perusahaan kecil menengah tidak terkena beban ini,” ujar dia. Selain itu, mantan anggota DPR RI itu juga menegaskan bahwa bonus lima kali gaji ini hanya diberikan kepada pegawai yang sudah bekerja lebih dari satu tahun.

Bonus ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada para pekerja. Sementara untuk pegawai kontrak yang waktu kerjanya masih di bawah satu tahun hanya mendapatkan bonus berupa satu kali gaji. “Perlindungan juga akan diberikan kepada pekerja kontrak. Ada kompensasi bagi pekerja kontrak, maka diberikan kewajiban ada kompensasi satu bulan gaji,” tuturnya. Ida pun memastikan bahwa bonus yang akan diberikan nantinya berbeda dari tunjangan kinerja. “Berbeda dengan tunjangan kinerja. Ini manfaat baru yang diperkenalkan dari omnibus law,” kata dia. Sebagai informasi, bonus merupakan salah satu bentuk dari kompensasi yang diberikan terhadap diubahnya skema besaran pembayaran pesangon pekerja. Nantinya pesangon tidak lagi dihitung maksimal 32 kali gaji. “Pesangonnya tidak seperti UUD 13, tapi ada formula yang kita atur dengan jaminan kehilangan pekerjaan. Ada uang saku, ada vokasi, kemudian ada akses penempatan, kemudian nanti ada sweetener (bonus) memang formulanya berbeda dibanding UUD,” ucap Ida.

Menurut survey Korn Ferry pada 9 maret – 15 maret 2020 dengan peserta 370 Responden. Perusahaan yang berencana untuk menyesuaikan kebijakan pemberian bonus dan atau memberikan subsidi sebesar 11,5% dan 13,06% perusahaan menyesuaikan gaji, bonus, dan benefit untuk karyawan, Perusahaan yang menyediakan layanan tambahan dan kebijakan terkait kesejahteraan untuk karyawan selama pandemic yaitu 6,39% penggantian biaya transportasi dan makan bagi karyawan yang lembur, 5,45% kebijakan dalam pembayaran upaj bagi pegawai harian, 3,36% menyiapkan tunjangan anti pandemic untuk kelompok tertentu, 2,82% gaji tambahan bagi karyawan yang lembur. (Nada)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here